Intel Optimis Mengenai Pasaran Notebook

foto berita artikel Intel tampak sangat optimis mengenai bisnis mereka, terutama bila berhubungan dengan pasaran Notebook, yang merupakan pasaran yang diperkirakan paling pesat perkembangannya dari yang diperkirakan. Semejak Intel menjadi satu-satunya provider dari processor Notebook, perusahaan ini mempunyai alas an untuk percaya bahwa bisnis mereka akan terus berkembang dengan luas di masa yang akan datang.

Setelah memperlihatkan pendapatan dari Q2, perusahaan manufaktur chip yang berbasis di Santa Clara ini menunjukkan masa-masa yang menguntungkan, Intel CEO Paul Otellini menambahkan bahwa perusahaanya terlihat “sangat sehat” pada masa ketiga ini, yang menandakan masa depan yang sangat cerah dan menjanjikan, meskipun menghadapai isu krisis ekonomi global. Terlebih lagi pasaran Notebook terlihat sebagai alasan utama mengapa Intel menjalankan bisnis di pasaran ini.

Hal ini dapat menjelaskan fakta bahwa penjualan Notebook sekarang meliputi setengah dari pasaran computer, dimana mereka memberikan harga penjualan yang murah. Melihat kepada Intel, harga dari produk mereka akan semakin murah, ini menandakan akan adanya peningkatan untuk produk perusahaan mereka. “Apa yang kami lihat merupakan penggeseran dasar dari penjualan Notebook ” ungkap Otellini, yang juga menambahkan bahwa perubahan akan terjadi secepatnya dalam 6 bulan tanpa bisa di antisipasi.

Perkembangan yang tidak diduga dari pasaran Notebook ini juga memberikan sinyalemen bagi netbook segment. Ini juga menandakan Intel akan memproduksi lebih banyak processor Atom pada pertengahan tahun ini, dan kemungkinan ini akan memang terjadi, khususnya jika kita melihat pada beberapa bagian di Eropa stok dari Notebook yang menggunakan processor Atom mulai terbatas. Ini menggambarkan perusahaan seperti Acer, MSI, Medion Akoya dan Gigabyte tidak akan menggunakan processor Celeron untuk Notebook terbaru mereka nanti.

Penulis : Jonh Fredrik Ulysses

http://www.beritanet.com

Berita IT Terbaru, Chatting Via SMS ke Gmail

Berita IT – Seberapa seringkah Anda chat dengan seseorang dan dia tidak merespon chat Anda karena dia sedang meninggalkan computer?

 

Kini user dapat tetap menjaga conversation agar terus berjalan walaupun orang yang diajak chat jauh dari computer. Dengan fitur dari Gmail Labs, maka user dapat mengirim pesan text SMS langsung dari Gmail. Fitur tersebut mengkombinasikan bagian terbaik dari IM dan text, user akan chat dari computer dan temannya akan membalas chat hanya dengan sedikit sentuhan keyboard.

 

User hanya tinggal click “Settings” dan pilih tab “Labs”. Scroll ke bawah hingga melihat “Messaging (SMS) in Chat” dan pilih “Enable” dan “Save Changes”. Penelitian yang dilakukan Gmail Labs juga memudahkan pengguna Gmail di Amerika untuk mengirim lewat ponsel, namun jika user ingin mengirim pesan text ke teman, dapat menggunakan nomor telepon Amerika dari mana saja di seluruh dunia. User dapat mengetikkan nomor telepon ke search box di jendela chat di bagian kiri, lalu pilih “Send SMS”. User juga dapat memilih contact yang ingin dikirimi SMS untuk pertama kali, dan kemudian menyimpan nomor telepon mereka di contact. Sekali user memberi nama untuk nomor telepon tersebut, maka user langsung dapat mulai chatting. Jika nama sudah tersimpan, user dapat memilih nama di contact, lalu menulis chat di chat box, dan memilih Send SMS.

 

Ketika user menerima pesan text dari Gmail di ponsel, maka akan tertampil pesan datang dari kode area 406. User dapat membalas text via ponsel seperti menulis text biasanya. Pesan balasan akan dirutekan kembali ke server Gmail dan akan tertampil di jendela chat Gmail teman user. Setiap pesan dari teman akan datang dari nomor area 406 yang berbeda, sehingga user dapat membalas pesan langsung menuju orang yang dituju. Pesan dari orang yang sama, akans selalu datang dari nomor yang sama, sehingga user dapat melakukan bookmark di ponsel.

 

Jika user mendapat pesan dari seseorang yang tidak diinginkan untuk chat dari ponsel, maka tinggal reply dengan kata “Block”. Jika user tidak ingin mendapatkan text dari siapa pun menggunakan Gmail, tinggal reply dengan kata “Stop”. Pesan text ini masuk dalam pesan mobile sehingga mungkin dikenakan biaya tambahan. (h_n)

 

beritanet.com

Google Mengindeks Koran Lama

Dalam film seri Dexter, meski sang tokoh utama sering menggunakan Internet, namun dia perlu menghabiskan waktu cukup lama untuk mencari masa lalunya dengan mengunjungi perpustakaan dan membaca-baca koran lama. Dengan fitur baru Google, hal tersebut tidak akan diperlukan lagi. Google saat ini sudah mulai mengindeks koran-koran lama agar bisa dicari dengan mudah via web.Karena banyaknya koran dalam jangka waktu yang cukup lama, Anda bisa menyertakan rentang waktu pencarian, misalnya membatasi berita tahun 1950an. Google akan menampilkan link ke surat kabar yang memuat berita tersebut. Sayangnya tidak semua surat kabar memberikan beritanya secara gratis, sebagian surat kabar menarik biaya cukup mahal, beberapa dollar untuk setiap artikel yang dibaca.Sumber: Google Blogoscoped.

Chipset Mobo Intel Chipset part 1

Sharing aja informasi perihal chipset motherboard yang mungkin kemarin prend2 lihat sewaktu pameran di JEC jogja.

…..

Banyak pilihan produk dari beberapa merek mainboard, memiliki kesamaan pada pemakaian chipset
Tetapi apakah anda tahu dimana perbedaan dari chipset, apakah anda membutuhkan board untuk procesor Intel dengan chip X48 atau P965 atau nForce 790i.

Ada baiknya melihat kembali dasar dari masing masing kemampuan chipset yang ada.

Chipset Intel untuk procesor Intel

Chipset Intel terbaru mengunakan nama kode X dan P. Nvidia juga memiliki chipset untuk procesor Intel. Chipset terbaru dari Intel adalah X38, X48 dan P45. Ketikanya masuk dikelas high end sampai antusias PC. Tipe lainnya adalah G35 dan G33, berbeda dengan 3 chipset diatas untuk tipe G memiliki internal VGA. Varian dari chipset G nantinya akan mengunakan angka 4 seperti tipe P45.

Untek Intel chiset X48 dan P45 misalnya memiliki dukungan untuk DDR2 dan DDR3. Kata lain kedua chipset tersebut bisa mengunakan 2 jenis memory. Apakah board dibuat mengunakan X48 untuk DDR3 atau dibuat hanya untuk DDR2 saja.
Untuk P45 tampil berbeda, produsen mendisain board agar bisa mengunakan DDR2 dan DDR3. Penguna dapat memilih jenis memory yang disukai, misalnya anda ingin mengunakan DDR2 saat ini, lalu dimasa mendatang dengan DDR3. Maka board dengan chipset P45 datang dengan 6 slot memory (4 slot DDR2 dan 2 slot DDR3), sementara ini anda mengunakan DDR2 dengan 4 slot. Sedangkan 2 slot memory DDR3 dibiarkan kosong, dan baru digunakan bila anda ingin menganti memory computer anda dengan memory terbaru DDR3.

Perbedaan pada kelas chipset Intel tipe P dikatakan sebagai chipset kelas mainstream. Untuk tipe X masuk kelas antusias. Tetapi ini sekedar kata resmi yang membedakan kedua chipset, pada kenyataan dari produk yang ada sebenarnya sulit dibedakan.

Dimana perbedaan antara tipe P dan tipe X
Tipe X seperti X48 dan X38 memiliki setting agresif untuk timing memory. Misalnya computer mengunakan memory premium, maka computer dapat mengunakan memory premium dengan latency rendah. Sehingga waktu tunggu dapat diperkecil untuk board dengan chipset X. Ini teori dari Intel bahwa X48 memiliki sistem memory timing yang lebih agresif dan mendukung fitur XMP dengan yang di disain khusus dengan DDR3.

Hal lain dalam perbedaan tipe X adalah memiliki slot VGA lebih banyak (2 buah). Perbedaan lain untuk chipset tipe X misalnya sudah mendukung kecepatan DDR3 lebih tinggi dibandingkan tipe P. Tetapi yang terakhir ini memang tidak persis dari teori yang ada, karena tipe P bisa saja menerima kecepatan memory seperti tipe chipset X.

Memilih board dengan X48, kapan board jenis ini bisa dikatakan berbeda. Board dengan X48 sebenarnya sudah disiapkan untuk menerima procesor dengan FSB 1600Mhz. Seperti procesor termahal dari Intel tipe Core 2 Extreme QX9770. Melihat kemampuan chipset X48, sejauh ini tidak berbeda dengan board X38. Untuk kecepatan X48 memang sedikit diatas X38 dengan kecepatan procesor lebih tinggi. Tentu ada pertanyaan , apakah saya perlu mengunakan procesor QX9770 atau procesor dengan kecepatan FSB 1600Mhz yang masih mahal. Jawabannya tergantung kebutuhan penguna, karena tidak ada kerugian mengunakan board dengan X48 kecuali masalah harga yang ditawarkan lebih tinggi.

Masih berlanjut ke Chipset MObo Intel Chipset part 2…

www.hyem.org

www.ExtremeTech.com

NVIDIA Quadro 5800 dengan memori 4GB

NVIDIA Quadro 5800 yang memiliki memori sebesar 4GB didukung 240 core CUDA, merupakan salah satu VGA yang memiliki bandwith maupun kapasitas yang paling besar saat ini..

Fasilitas yang ditawarkan :

  1. Modeling 4D interaktif dengan kapabilitas time lapse
  2. Bandwidth memori luar biasa besar yang mencapai 102GB per detik
  3. Fill rate melampaui 52 milyar texel per detik dan 300 kinerja geometri juga triangle per detik
  4. Dukungan aplikasi berbasis OpenGL generasi baru dan DirectX 10
  5. Sistem visualisasi canggih dengan Quadro G-Sync II
  6. Mendukung warna 10-bit mampu menampilkan milyaran variasi warna

Harga yang ditawarkan sekitar $3.499

http://www.nvidia.com/object/product_quadro_fx_5800_us.html

TI + Menulis = Peluang Kerja Baru

Teknologi Informasi, utamanya Internet, bukan sekedar alternatif media komunikasi atau pemuas hobi. Tidak hanya sekelumit nilai budaya atau standar anggaran orang Indonesia yang diguncangnya. Perlahan tapi pasti, TI membuka lapangan kerja baru di bidang yang sebelumnya dipandang sebelah mata: penulisan lepas.

Internet itu mahal, semua orang sudah tahu. Jangankan merambah dunia maya, mesin pintar bernama komputer saja belum terdaftar sebagai perangkat wajib di rumah-rumah di negeri ini. Kalaupun punya, sifatnya sangat seadanya. Dengan kata lain, “asal bisa dipakai mengetik.” Posisinya belum sebanding dengan televisi, telepon, ponsel, dan kendaraan bermotor. Baru mendengar kata Internet saja, kita sudah berhitung harga komputer dengan spesifikasi yang mendukung, modem, ongkos registrasi, biaya langganan ISP, dan pulsa telepon yang jauh dari murah.

Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa urat nadi pertumbuhan teknologi informasi Indonesia adalah warnet-warnet yang sempat mencapai masa keemasan—sebelum dikalahkan oleh playstation—dan tidak merata itu. Perilaku user rata-rata sama, mengakses Internet sekedar untuk chatting dengan orang tidak dikenal (baca: mencari pasangan), berkirim email, browsing, download, dan aktivitas berbau hiburan lainnya. Wajar jika orang belum berani menganggarkan aplikasi satu ini untuk dijadikan bagian dari rumah tangga. Padahal, sungguh sayang bila biaya sewa yang lumayan itu tidak dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Setelah layanan cari kerja di Internet via situs-situs karir meredup pamornya, komunitas yang terhimpun di dunia maya tumbuh semakin subur. Selain menunjukkan kesaktian Internet sebagai media informasi terkini dan simbol kebebasan informasi, fenomena ini mengadaptasi budaya orang kita yang senang bersosialisasi dan membentuk kelompok berdasarkan kesamaan minat, hobi, dan aspirasi. Tengoklah daftar milis Indonesia di Yahoo! Groups yang—terakhir kali saya cek—mencapai angka seribuan.

User kita mulai melirik milis yang dipandang lebih efektif dan efisien untuk beragam kepentingan, termasuk usaha mencari pekerjaan tadi. Agaknya animo terhadap milis yang mengkhususkan informasi lowongan mulai memudar. Atau tepatnya, kepercayaan user terhadapnya menurun. Dalam kapasitas kerja saya sebagai pencari informasi untuk diforward ke bank data karir Qcollege—sekaligus ke beberapa teman yang saya asumsikan perlu—saya merasakan betul surutnya arus lowongan akhir-akhir ini. Justru informasi kerap disebarkan dalam milis-milis lain yang berkenaan dengan bidang pekerjaan tersebut, misalnya posting lowongan desainer grafis di milis idea_list.

Apa lacur, angin telah berubah arah. Sesuai hakikatnya yang senantiasa berubah dalam waktu singkat, perubahan yang tak dapat diramalkan sering terjadi di dunia TI. Di lain pihak, dunia kerja Indonesia terlanjur lekat dengan yang namanya KKN, baik positif maupun negatif. Dari bincang-bincang ringan di milis atau komentar melalui email, tanpa disangka-sangka kita mendapat durian runtuh berupa tawaran kerja atau informasi berharga lainnya. Contoh kecil, setelah mengirimkan email yang menyampaikan apresiasi dan rasa puas ke sebuah penerbit atas novel yang saya baca, saya diundang menulis di jurnal yang mereka terbitkan.

Apa yang menyebabkan sistem berburu kerja di milis ini menjadi favorit? Pertama, faktor kepraktisannya. Menunggu posting informasi lowongan di sini tidak semengesalkan menunggu surat panggilan via pos atau mencari-cari iklan di surat kabar yang isinya itu-itu saja. Penantian itu makin tidak terasa bagi user yang aktif memeriksa email dan berpartisipasi meramaikan milis. Kedua, sambil menyelam minum air. Belum mendapat informasi, tidak masalah, sebab kita dapat menambah teman dan wawasan.

Daftar “jasa” TI di Indonesia bertambah panjang dengan aplikasinya di dunia pendidikan, walaupun belum maksimal. Dalam kaitannya dengan urusan pekerjaan di atas, user dapat berdialog secara interaktif mereguk pengetahuan dan bertukar ide serta pengalaman dengan mereka yang lebih senior tanpa perlu repot-repot meluangkan waktu membaca buku atau kuliah lagi—khususnya bagi user yang sibuk. Mengutip istilah Onno W. Purbo, berbuat amal di Internet. Membangun kepercayaan dan hubungan baik antar user, lalu memetik buahnya (siapa tahu) mendapat kesempatan meningkatkan karir yang sesuai dengan cita-cita.

Meskipun belum mewabah benar, TI menghembuskan angin segar bagi sejumlah profesi yang bahkan berada di luar lingkup teknologi itu sendiri. Sebut saja misalnya: penerjemah, guru, dan yang dewasa ini tengah naik daun, penulis. Satu profesi yang sulit mendapatkan pengakuan di masyarakat kita yang telah terbiasa dengan materi dan kedudukan sebagai parameter kesuksesan.

Disadari atau tidak, peranan TI mengangkat dunia tulis-menulis telah dirintis sejak lama. Keberadaan email merangsang user aktif menulis dalam kondisi yang lebih nyaman dibanding menulis surat karena lebih cepat, dapat menyampaikan pesan lebih banyak, dan dapat diedit lebih mudah. Ditambah lagi adanya forum online, guestbook, dan fitur penerimaan review atau artikel yang melatih user terbiasa menulis sehingga lambat laun kita dapat menyampaikan gagasan secara runtut dan mudah dicerna.

Media cetak umum, yang sudah punya nama sekalipun, memang masih jarang yang menerima naskah melalui email. Media TI seperti mwmag ini mempeloporinya. Kombinasi demikian memenuhi standar kepuasan para penulis. Mereka diuntungkan dengan prosedur yang ekonomis, sementara bukti karya dalam bentuk cetak membuka seluas-luasnya kesempatan untuk diapresiasi di darat. Kendati tidak sedikit yang berterus terang menceburkan diri ke dunia penulisan dengan motivasi uang, pengakuan masyarakat (baca: popularitas) tak pelak menjadi kebanggaan sejati seorang penulis, melebihi besarnya nominal yang masuk ke kantungnya. Tidak perlu disinggung lagi nilai tambah lain yaitu kenikmatan bekerja dari rumah dan kemerdekaan mengatur waktu yang besar artinya bagi para penulis, golongan seniman yang seringkali terpengaruh oleh suasana hati dalam bekerja.

Bisa dikatakan, Internet yang melengkapi komputer selaku sahabat akrab seorang penulis juga menyibak tabir dunia penulisan menyimpan warna-warni menarik. Sejak dahulu, orang terbiasa menjatuhkan vonis sempit bahwa penulis identik dengan pengarang fiksi dan penyair. Faktanya? Kita bisa menjadi kontributor media cetak alias kolumnis, jurnalis, penulis artikel, penulis buku, cerpenis, novelis, copywriter untuk biro iklan atau desain situs web, content writer, penulis skrip radio, penulis naskah komik, proofreader, copy editor, sampai dunia gemerlapan yang menggiurkan: penulis naskah televisi dan skenario. Yang disebut belakangan ini begitu mengundang minat sampai-sampai member milis Layarkata-Network, sebuah komunitas penulis skenario, membengkak dari kesepakatan awal. Di milis penulis-ti sekarang ini pun tengah hangat diskusi—plus propaganda—seputar karir penulis yang terbukti layak dijadikan gantungan hidup. Dengan kata lain, perkawinan TI dan dunia penulisan melahirkan penulis-penulis baru yang potensial serta berbakat besar.

Tidak mudah memang menepis anggapan orang yang meragukan pekerjaan menulis dari segi materi. Untuk menyiasatinya, ada yang menjadikan profesi ini sebagai sambilan dan wadah menyalurkan hobi. Jika ingin menekuni beragam bidang penulisan, alias tidak cuma satu spesifikasi, tak ada undang-undang yang melarangnya. Sudah banyak praktisi dan akademisi yang terjun di dunia tulis-menulis. Beberapa pekerjaan, misalnya bidang Humas, mensyaratkan kemampuan menulis. Asal tahu saja, aspek tulisan—dalam arti kreativitas komposisi kata—tak kalah menentukan dalam proses seleksi surat lamaran kerja. Anda tertarik? Tunggu apa lagi? (rnb)

Rini Nurul Badariah, mantan dosen, memutuskan sepenuhnya menjadi penulis. Tulisan ini terinspirasi oleh Ary Nilandari, penerjemah lepas di Bandung yang kini aktif menulis fiksi anak-anak.

URL: groups.yahoo.com/group/LayarKata-Network, groups.yahoo.com/group/penulis-ti, groups.yahoo.com/group/idea_list.

Industri TI Butuh Tenaga Kerja Humanis

by I Putu Agus Swastika, M.Kom

Jakarta, Kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri teknologi informasi (TI) berkembang dengan cepat. Ke depan, industri membutuhkan tenaga kerja humanis, yang memiliki kemampuan humaniora.

Betti Alisjahbana, Presiden Direktur PT IBM Indonesia mengungkap, hal yang paling dicari dalam industri TI bukan lagi kemampuan teknis.

“Kemampuan teknis akan dikerjakan lewat sistem yang terotomatisasi. Kebutuhan tenaga kerja nantinya mengarah pada kemampuan yang berhubungan langsung dengan klien dan merancang sistem,” kata Betti dalam seminar tenaga kerja yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Telematika di Sekolah Bina Nusantara, Jakarta, Selasa (29/5/2007).

Dijelaskan Betti, ke depan industri membutuhkan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan proses bisnis dan organisasi, kompetensi bidang TI, kemampuan humaniora dan kemampaun komunikasi.

Selama ini sistem yang dijalankan di perguruan tinggi dinilai memiliki kekurangan dalam mencetak tenaga kerja yang dibutuhkan industri. Lebih lanjut Betti memberi masukan terhadap kurikulum di perguruan tinggi, yang dinilainya perlu menambahkan keahlian non teknis.

Menurutnya perguruan tinggi perlu memberi bekal yang lebih besar kepada mahasiswa dalam hal kemampuan komunikasi, organisasi dan humaniora; perlu memberi pengenalan dunia kerja; serta para dosen diharapkan menjalin hubungan yang erat dengan industri agar terbentuk pola pengajaran yang berbasis kebutuhan industri dan tidak terlalu teoritis.

Nizza El Zanna, psikolog dan pengamat sumber daya manusia, menilai terdapat kelebihan dan kekurangan pada kurikulum yang berfokus pada dunia kerja.

Kelebihannya, lulusan akan makin siap menghadapi dunia kerja dan mempermudah perusahaan dalam mencari tenaga kerja. Di lain sisi, kurikulum ini memiliki kekurangan karena dapat bersifat kurang komprehensif karena umumnya akan terfokus pada satu bidang kajian tertentu, atau lebih menghasilkan tenaga kerja yang bersifat spesialis. (nks/nks)

Sumber:Detikinet

Menjadi Pekerja TI Profesional

Oleh: Onno W. Purbo ( Pakar Telematika Indonesia )

Pekerjaan di bidang teknologi informasi (TI), baik di Indonesia maupun di luar negeri, kini lumayan banyak. Memang, karakteristik pekerjaannya agak berbeda. Di dalam negeri kebanyakan sebagai administrator, operator, teknisi dan programmer. Misalnya sebagai Web administrator yang menangani Web server sehari-hari; operator dan teknisi di Warung Internet yang jumlahnya sekarang ribuan. Mungkin yang agak baik tingkatnya adalah Web programmer yang mengembangkan berbagai aplikasi melalui Common Gateway Interface (CGI) di Web. Web programmer seperti itu bisa menghasilkan uang antara Rp 2-5 juta/bulan, tergantung perusahaan dan skill-nya.

Bagi Anda yang bertangan dingin di bidang usaha TI, penghasilannya tentu cukup menggiurkan, dalam orde puluhan juta per bulan. Itu kalau Anda mampu memberikan layanan kepada masyarakat dalam tingkat yang baik. Kita cukup beruntung karena uang yang berputar di masyarakat sudah mulai lumayan. Jadi, penghasilan pekerja TI tidak harus tergantung pada proyek-proyek besar pemerintah saja. Cukup banyak yang bersifat “receh” berupa proyek/pekerjaan kecil di swasta Indonesia. Seninya adalah bagaimana menjadikan kita dikenal di antara para pencari outsourcing programmer dan bahwa kita mampu memprogram dengan baik. Maklum pekerjaan part-timer seperti itu biasanya diperoleh karena hubungan pertemanan dari mulut ke mulut.

Contohnya adalah Owo Sugiono dari rab.co.id. Ia melepaskan software billing system Warnet miliknya ke masyarakat secara bebas (free). Teman-teman di Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB yang dipimpin Ismail Fahmi, juga melakukan hal yang sama. Hasilnya? Dana bantuan penelitian puluhan ribu US$ bisa diperolehnya dengan mudah dari Canada. Dan banyak lagi.

Pada tingkat lebih tinggi sebagai software developer, mungkin sulit untuk menemukan pekerjaan di Indonesia, yang tingkat industrinya masih berupa jasa untuk instalasi dan pelayanan. Akan tetapi cukup lumayan. Ada beberapa pekerja TI yang saya kenal yang menjadi outsourcing software house luar negeri, dan mereka mengerjakannya di Indonesia. Gede Raka dari Bali adalah salah seorang eks mahasiswa saya sekarang yang menjadi outsource perusahaan software di Silicon Valley, AS. Dan ia mengerjakan programming-nya dengan santai di Bali. Indah sekali bukan �?

Kebutuhan tenaga kerja TI tidak akan pernah berhenti dan meningkat terus selama manusia masih ingin melakukan efisiensi dan kompetisi. Terus terang, itu karena langkanya pekerja TI yang betul-betul memiliki skill dan kemampuan yang baik. Rezeki yang besar itu mau tidak mau hanya dinikmati oleh segelintir manusia.

Sebagai gambaran, kalau Anda pernah belajar komputer di STMIK/jurusan teknik informatika – apakah Anda mengerti kerja RIP? ICMP? IGMP? SMTP? POP3? Saya berani bertaruh bahwa ilmu-ilmu demikian tidak pernah diajarkan di bangku pendidikan Anda di sekolah. Jadi, apa yang Anda peroleh di sekolah teknik informatika seperti dBase atau Pascal, itu percuma di dunia kerja dan tidak banyak berguna. Setelah Anda bersusah payah dan mengeluarkan uang demikian banyak, yang diperoleh hanya gelar Sarjana Teknik. Karena teknologi-nya sebetulnya sudah jauh lebih rumit dari apa yang diajarkan di sekolah.

Cara terbaik untuk belajar TI adalah dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai diskusi tentang teknik komputer di Internet. Ilmu/buku/resource keilmuan yang dibutuhkan untuk itu semua, pun relatif murah. Anda dapat memperoleh CD Linux di pasaran seharga Rp 25 ribu/CD.�

Langkah selanjutnya adalah memantau dan berpartisipasi aktif dalam berbagai diskusi Linux di Internet. Markas besar Linux Indonesia dapat dilihat di http://www.linux.or.id. Kenapa Linux demikian menarik? Karena hanya Linux yang menyediakan segala sesuatunya, termasuk source code-nya secara terbuka. Dengan keterbukaan itu sangat mudah bagi kita untuk belajar berbagai teknik komputer dan programming yang memungkinkan kita menjadi profesional dalam waktu beberapa bulan/tahun. Tergantung niat kita masing-masing.

sumber:http://www.dudung.net

« Entri lama